Minggu, 10 Juli 2016

PEMUDA NUSUPAN 06

Hallo guys dahhh lama nich gakk poss heehehe... akhir-akhir ini baru gak bisa nulis hehehe... oh iya untuk kesempatan kali ini aku akan mbahas ... arti organisasi ... oh iya kalian dahhh pada seringkan denger kata pemuda + + kan??? ... ini ya guys kalok menurutku pemuda  yang + +... sekarang langka banget dicari... kenapa begitu??? dizaman yang serba modern ini kalian tau kan guys... banyak sekali penyimpangan-penyimpangan ... baik itu secara agama maupun adat istiadat yang bersifat negatif... tapi tidak menutup kemungkinan masih banyak juga pemuda yang punya jiwa + +... arti + + disini bukan + + yang bersifat negatif lho====>>> tapi hal-hal yang menunjukkan jiwa yang punya rasa membangun untuk hal yang lebih baik dari sebelumnya... dari pengalaman yang aku dapetin akhir-akhir ini... contoh dilingkup gamping sleman yogyakarta ... banyak sekali pemuda yang punya ide-ide kreatif berbudaya dan juga punya jiwa spiritual yang number one pokoknya...sering sekali ada kegiatan-kegiatan yang dibuat oleh para kaum remaja yang menunjukkan jiwa muda yang berjaya pastinya dari kesenian tari tradisional, bazar-bazar, festival, konser, bahkan sampai pengajian dan itu semua hampir 80% kepanitiann dari kalangan remaja ...  nach turun lagi dikawasan trihanggo ...
                dilingkup trihanggo insya allah dah fasih saya... hehehe diwilayah yang satu ini juga banyak sekali organisasi kepemudaan yang tentunya luar biasa... diwilayah ini ada sekitar 12 padukuhan yaitu Nusupan , Biru, Panggungan, Baturan, Jambon, Mayangan, Bedog, Salakan, Trini, Ngawen, Kronggahan I, dan Kronggahan II. tiap tiap padukuhan punya ciri tersendiri... contoh padukuhan nusupan punya ciri ... kreativitas tinggi, berjiwa seni, dan kadang juga terkenal banyak Gali hehehehe. kemudian Bedog dan Salakan terkenal dengan desa religi islamnya lumayan kental sekali terutama NU...dst. pokoknya semua padukuhan ini punya ciri khas, punya kelebihan, dan punya karakter sendiri-sendiri...
                           tapi saya akan  bahas Pemuda di dusun Nusupan... intro dulu didusun Nusupan Trihanggo Gamping Sleman Yogyakarta (55291). itu dikepalai oleh dukuh yaitu Bapak Sumarjono. lalu terbagi menjadi 3 Rw yaitu Rw 28, Rw 29 bapak Rwnya yaitu Bapak Supriyono. dan Rw 30. dan terdiri dari 10 RT dan tiap-tiap RT punya yang namanya organisasi pemuda... tapi untuk tingkat RW atau padukuhan tidak berjalan atau terjadi kevakuman dan belum tau sampai kpan??? dan tentunya tiap-tiap RT punya yang namanya ciri khasss guys hehehehe... dari kalangan seni, kreatifias, agamis, gali, gotong royong tinggi , dan lain sebagainya, nach sebelum kita urek urek lebih lanjut saya akan memberikan sedikit arti sebuah organisasi menurut anon nich yaa... organisasi adalah sebuah badan struktural sejumlah orang atau lebih yang  baik bergerak dalam bidang sosial, usaha, agama, adat istiadat atau yang lainnya, sah secara hukum yang berlaku atau diakui oleh masyarakat dan terorganisasi.
                    itu gambaran arti organisasi menurut saya. dinusupan khususnya RT 06 ada juga oraganisasi kepemudaan yaitu Pemuda Nusupan 06 organisasi kepemudaan ini terlahir dari oraganisasi sebelumnya yaitu APEM (arisan pemuda mipitan) tapi karena nama oraganisasi ini dianggap belum sesuai maka diubah lagi jadi Next Generation... tapi selang seminggu nama organisasi ini diangap juga terlalu kebarat-baratan lalu diubah menjadi PM (Pemuda Mipitan) tapi nama ini juga cuma Bertahan Kurang Lebih hanya 1 bulan. karena nama ini dianggap kurang mengglobal dan tidak menunjukkan identits Desa Nusupan. karena nama Mipitan hanyalah sebutan untuk Wilayah Nusupan RT 06. dan akhirnya diputuskanlah Nama organisasi ini menjadi PEMUDA NUSUPAN 06. oraganisasi ini dibuat sebagai wadah bagi remaja khususnya diwilayah desa Nusupan RT 06. dan juga sebagai pusat kegiatan pemuda-pemudi nusupan RT 06. dan untuk struktur organisasi ini adalah:
Pelindung  : Bp Sumarjono
Pembina    : Bapak2 Pengurus RT 06
                   - Bapak Ponijo
                   - Bapak Joko Sutikno
                   - Bapak Hartiman.
Penasehat  : Bapak Bowo Anggoro Amd, Eng
Ketua        : Singgih Aulliya S
Wakil         : Agus Suprayitno
 Sekertaris 1 : Rya Utami
 Sekertaris 2 : Ina
Bendahara 1 : Dilla
Bendahara 2 : Rahma
Humas        : - Novi Adi Setiawan
                    - Handito Jati Atmojo
                    - Habib Toha
Seksi usaha :-Avianda Harmawan
                    -Ridwan Purnama
Seksi acara :-Arbi
                    -Sapar
Seksi olahraga : -Agiel
                         -Andi
                         -Ryan
Seksi Siniman  : Yasin
Seksi Kerohanian :- Yanuar Verianto
                             -Arief Hidayat
Anggota  : Hasan, Nur, Sisri, Vidya, Aripin, Rizki, Ega, Faras, Ari, Hening, Ichsan, Divta, Vera, Wawan, Bagus, mareta, fajar, Arip,  dll.dan kepengurusan ini dibuat pada 15 Juni 2015 dan dilantik / pengukuhannya pada tanggal 17  Agustus 2015. masa bakti 2 tahun. masa bakti periode ini berakhir pada bulan Juni 2016. Pemuda Nusupan 06 berjalan dalam bidang organisasi Kemasyarakatan tingakat Kepemudaan. Pemuda Nusupan 06 Mempunyai Visi Dan Misi yang tidak muluk2 (meningkatkan tali peraudaraan diwilayah Nusupan Khususnya RT 06 dan Mendorong Bakat-bakat yang dimiliki Oleh tiap Pemuda).daan satu prinsip yang lumayan berat diemban hehehee Loyalitas Tinggi hehehehe...  yahh itu dulu guys besok kita sambung lagi yaaaaa... see you guyssss...
 
   

Kamis, 17 Desember 2015

Mata Air 11: Hiduplah Sederhana "Sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai" (Luqman[31]:19) Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah saw. pernah bersabda, "Orang yang hidup sederhana, dia tidak akan meminta-minta." Dalam hadis lain yang juga ; diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Darda', Rasulullah saw. juga bersabda, "Tanda kepahaman seseorang dalam ber agama adalah sederhana dalam kehidupannya." Kesederhanaan dalam hidup mencakup kesederhanaan sikap dan perilaku, kesederhanaan tutur kata, dan keseder¬hanaan pola pikir. Sikap sederhana adalah lawan dari sikap berlebih-lebihan dan menyombongkan diri. Allah swt. ber-firman, "Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguh-nya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membangga-kan diri..." (Luqman [31]: 18) Hidup sederhana adalah realisasi dari sikap mensyukuri nikmat Allah swt. Kita patut becermin dari gaya hidup Rasulullah saw. Kehidupan beliau sarat akan hikmah dan kesederhanaan hidup yang menjadi kekuatan moral dalam mengajak manusia ke jalan Allah swt. Anas pernah berkata, "Aku tidak pernah mengetahui Nabi saw. melihat adonan roti yang lebar lagi tipis hingga saat beliau meninggal dunia. Aku juga tidak melihat beliau menikmati hidangan daging domba sama sekali." Aisyah juga pernah berkata, "Kami benar-benar pernah melihat tiga kali kemunculan hilal selama dua bulan. Akan tetapi, kami tidak pernah menyalakan tungku api di rumah-rumah Rasulullah saw." Lalu Urwah bertanya kepada Aisyah, "Kalau begitu, apa yang bisa membuat kalian bertahan hidup?" Aisyah menjawab, "Dua hal: korma dan air." Kesederhanaan hidup seseorang tecermin pada pakaian yang dipakai, makanan yang dimakan, minuman yang di-minum, gerak-gerik dan tingkah lakunya sehari-hari. Orang yang sederhana akan memakai pakaian yang pantas sesuai postur tubuhnya, tidak terlalu besar sehingga kedodoran, juga tidak terlalu sempit sehingga menghambat aliran darahnya. Penampilannya biasa-biasa saja, rapi, sopan dan pakaiannya menutupi aurat. Dia hanya makan ketika merasa lapar. Makanan dan minum-annya adalah yang halal dan baik. Dia tidak suka berlebih-lebihan dan tidak bersikap tabdzir (boros), karena dia mengerti bahwa mubadzir adalah saudaranya setan. Tutur katanya lembut dan perilakunya santun. Taat pada orang tua dan sanrun terhadap semua orang. Mencintai keluarga dan menghormati orang yang lebih dewasa dan lebih luas pengetahuannya. Semua kriteria itu bukan dibuat-buat. Akan tetapi, terbentuk dari gerakan hatinya. Itulah cermin perilaku dan penampilan lahiriah dari orang yang hatinya selalu di-selimuti iman kepada Allah swt. Rasulullah saw. bersabda, " Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk fisik dan penampilanmu. Akan tetapi Dia melihat kepada hatimu," Sambil beliau menunjuk ke dadanya. Saya pernah menyaksikan salah satu acara infotainment yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional. Pada acara itu ditampilkan seorang siswa kelas V SD yang memiliki keahlian khusus. Anak itu ditanya, "Kalau sudah besar, kamu ingin menjadi apa?" Anak itu langsung men-jawab, "Aku ingin menjadi artis!" Kira-kira, apakah yang mendorong anak itu memasang cita-cita ingin menjadi artis? Di dalam benaknya, dia tentu memiliki gambaran tertentu tentang dunia artis seperti yang dia ketahui dari siaran televisi yang dia tonton setiap hari. Arus informasi sangat gencar "menghantam" kita sampai ke kamar tidur. Secara perlahan tapi pasti, ia akan menyeret kita kepada gaya hidup yang sebenarnya hanya cocok untuk kalangan tertentu saja, yaitu para entertainer. Gaya hidup mereka sudah diketahui oleh semua orang dari pusat kota hingga ke pelosok kampung. Masalahnya adalah, apa jadinya jika anak kampung ber-ambisi ingin menjadi artis? Tidak sedikit dari mereka yang harus kehilangan kehormatan, harga diri dan identitasnya, sebelum ambisi itu tercapai. Allah swt. mengingatkan kita agar tidak terjebak pada peniruan gaya hidup golongan manusia yang tidak menaati perintah dan hukum-hukum Allah swt. "Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia..." (al-An'aam [6]; 70) "Janganlah sekali-kali kamu mengarahkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah kamu terhadap orang-orang yang beriman." (al-Hijr [15]: 88) Makna dari "mengarahkan pandanganmu" pada ayat di atas adalah, meniru dan mengikuti gaya hidup mereka. Ayat itu adalah larangan dari Allah agar kita tidak iri hati terhadap gaya hidup orang-orang yang berpaling dari petunjuk dan hidayah Allah. Allah juga melarang kita untuk bersedih hati atas keadaan diri kita, meski kita hidup dalam kesederhana-an dan mereka hidup bergelimang kemewahan dan kekayaan. Masih ada golongan selain mereka yang lebih diridhai dan dicintai oleh Allah, yaitu golongan orang-orang yang patuh dan taat pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Maka, Allah melanjutkan dengan perintah-Nya "dan berendah hatilah kamu terhadap orang-orang yang beriman." Itu adalah anjuran dari Allah agar kita bergaul dengan orang-orang beriman dan menghindari pergaulan dengan orang-orang yang berpaling dari-Nya. Bergaul dengan orang-orang beriman akan membangkit-kan kekuatan diri dan menguatkan keyakinan kita kepada Allah. Sementara bergaul dengan mereka yang berpaling dari jalan Allah, akan menjauhkan kita dari jalan Allah dan akan membuat kita semakin tidak mensyukuri semua nikmat Allah. Rasulullah saw. bersabda, "Jika engkau melihat bahwasa-nya Allah membukakan pintu-pintu kesenangan duniawi kepada seseorang walaupun ia berbuat maksiat, itu bukan berarti Allah menyukainya. Akan tetapi, Allah mencabut nikmat darinya dengan sekonyong-konyong." Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat yang artinya, "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam ber-putus asa." (al-An'aam [6]: 44) Hudzaifah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. ber¬sabda, "Alangkah bagusnya hemat dalam harta. Alangkah bagus-nya kesederhanaan dalam kemiskinan. Alangkah bagusnya ke-seimbangan dalam beribadah." Sederhana tidak bisa lepas dari gaya hidup, dan gaya hidup orang-orang yang beriman kepada Allah lebih baik daripada gaya hidup mereka yang tersesat dari jalan Allah. Ada satu ungkapan yang sangat saya kagumi dan selalu saya pegang teguh dari almarhum Kyai Sahal dan Kyai Zarkasyi (pendiri Pondok Modern Gontor), yaitu, "Sederhana bukan berarti miskin." Beliau mendefinisikan hidup sederhana dengan memiliki sesuatu sesuai kebutuhan. Lebih jauh lagi, Ustadz Hasan Abdullah Sahal menambahkan dengan ungkapan yang saya catat dalam buku harian saya, "Cintailah apa yang kamu miliki, jangan terlalu berambisi untuk memiliki apa yang kamu cintai." Mencintai dan memiliki adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Jika seorang pemuda mencintai seorang gadis, dia akan berkeinginan untuk memiliki gadis itu. Banyak orang yang ingin memiliki apa pun yang mereka cintai, tetapi sedikit yang bisa mencintai apa yang sudah mereka miliki. Mereka pun semakin jauh dari sifat qana'ah (berpuas diri) dan terus men-cari kepuasan, hingga tanpa sadar usia pun semakin ber-kurang, tenaga terkuras, umur pun habis untuk mencari dan belum sempat untuk bertobat. Hal demikian adalah akibat dari perilaku yang suka mem-bandingkan penampilan dan harta sendiri dengan penampilan dan harta orang lain. Kita ingin tampil lebih menarik dari orang lain. Kita ingin dianggap lebih kaya oleh orang lain. Padahal, sudah menjadi hukum alam dan skenario ilahi bahwa setiap manusia memiliki kelebihannya masing-masing. Orang yang iri terhadap kelebihan yang dimiliki oleh orang lain, dia tidak akan pernah bisa menjalani hidup secara se¬derhana. Dia mengingkari hukum alam dan berusaha keluar dari skenario yang telah Allah rancang. Pada akhirnya, mereka sendiri yang akan terperosok dalam jurang kehancuran. "Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkat-annya dan lebih besar keutamaannya." (al-Israa' [17]: 21) Sederhana adalah kekuatan dan kebersahajaan. Sejarah belum pernah mencatat ada orang kaya yang jatuh miskin karena dia hidup sederhana. Sejarah hanya mencatat orang kaya yang jatuh melarat karena dia tidak bisa menikmati indahnya beribadah dengan kelebihan harta yang Allah anugerahkan kepadanya.

Ide Gila



Ide Hebat Belum Tentu Banyak Yang menyetujui, tapi jangan pernah menyerah terus maju pantang mundur....

Minggu, 22 November 2015

Control Otomasi

Control Otomasi Industri,Merupakan disiplin ilmu yang mempelajari otomatisasi perangkat/sistem.Pemanfaatan sistem kontrol seperti halnya komputer yang digunakan untuk mengendalikan mesin-mesin industri dan kontrol proses untuk menggantikan operator tenaga manusia. Industrialisasi itu sendiri merupakan tahapan dalam pelaksanaan mekanisasi, dimana konsep mekanisasi tetap mesin-mesin industri dilakukan manusia sebagai operator dengan menempatkan mesin sebagai pembantunya sesuai dengan permintaan kerja secara fisik. contoh, aplikasinya ada pada perusahaan pembuatan mobil, Kita lihat dalam sebagian proses produksi mobil menggunakan bantuan lengan lengan robot. Sedikit peran manusa disitu. Di bagian lain ada robot untuk pengecatan body mobil, pengelasan, untuk memindahkan satu kerangka mobil ke tempat produksi lain menggunakan Conveyor yang juga otomatis.
Contoh lain di PLN unit pembangkitan. Untuk mengontrol distribusi listrik dan mekanisme kerja pembangkitan di lapangan dilaksanakan melalui ruangan control. Ruangan kontrol berisi layar layar dan komputer serta bberapa orang yang mengamati berjalannya proses di monitor tersebut. ini yang disebut sbagai SCADA, suatu teknologi otomasi yang banyak digunakan saat ini. Bayangkan, untuk mengendalikan distribusi listrik se pulau jawa bali cukup dilakukan melalui sebuah layar monitor. tinggal klik disini, klik disana :) keren bukan :)

Kamis, 19 November 2015

GARASI

https://youtu.be/lHp4XWdr4_c Tema minggu ini adalah suporteran gaes... Ini nih suporter diehard sekolah vokasi UGM. Bernama Garasi yang merupakan kependekan dari Garis Keras Suporter Vokasi. Mereka adalah tim suporter dengan motto Satu Tekad yang Mempersatukan Kami, “Setiap vokasi berlaga kami ada.” Tekad itu ya demi kejayaan sekolah vokasi. Kelompok suporter ini didukung oleh suporter lain dari barisan Diploma, misalnya suporter Pahat Miring (Diploma Mesin). Cek serunya aktivitas suporteran GARASI di akun twitter @garasi_ugm.

Rabu, 11 November 2015

Pantai Kesirat

Satu lagi pantai tersembunyi yang ada di Gunung Kidul, namanya Pantai Kesirat (meski ada pula yang menyebutnya dengan nama Pantai Gesirat). Pantai Kesirat terletak di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di pantai ini, Anda tidak akan menemukan hamparan pasir pantai yang langsung bersentuhan dengan air laut. Yup, karena Pantai Kesirat merupakan pantai yang bertebing. Barisan tebing di kawasan pantai ini berwarna hijau segar. Dari atas tebing, Anda bisa menyaksikan hamparan panorama birunya air laut serta debur ombak yang eksotis. Belum banyak orang yang tahu tentang pantai ini, jadi wajar bila suasananya masih terasa alami. Selain menawarkan keindahan alam yang sangat mempesona, Pantai Kesirat juga merupakan surga bagi para pemancing maupun nelayan untuk mencari ikan laut. Jadi jangan heran bila Anda menemui beberapa pemancing atau nelayan di kawasan ini. Bila mau, Anda bisa bergabung dengan mereka dan memancing bersama. Hampir sama seperti Pantai Pok Tunggal yang mempunyai sebuah pohon sebagai ikonnya, Pantai Kesirat juga mempunyai satu pohon abadi yang disebut Pohon Gebangkoro. Fasilitas Karena pantai ini masih alami dan berbentuk tebing yang langsung mengarah ke laut, maka jangan harap Anda bisa berenang di sini. Pantai Kesirat sangat cocok dijadikan sebagai lokasi pemotretan atau pre wedding. Dari sini, Anda akan mendapatkan pemandangan sunset maupun sunrise yang sempurna. Selain itu, Anda juga tidak akan mendapatkan penginapan atau warung makan di sini. Bila mau menginap, Anda bisa membawa tenda sendiri, atau menginap di pusat kota Gunung Kidul. Jangan lupa juga untuk membawa bekal makanan/minuman sendiri. Akses transport Dari pusat kota Yogyakarta ke lokasi pantai ini membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan. Tidak ada angkutan umum yang menuju ke lokasi pantai. Sebaiknya Anda menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor. Rutenya hampir sama dengan rute menuju ke Pantai Gesing yakni : Dari pusat kota Yogyakarta – Wonosari - Pertigaan Lanud Gading - ambil kanan ke arah Kecamatan Playen – Kecamatan Paliyan – Hutan Sodong – Pertigaan setelah Telaga Namberan ambil kanan – Panggang – Balai Desa Girisekar – Sesampainya di Pohon Beringin besar ambil kanan ke arah Pantai Gesing – Pasar Pandhem ke arah kanan – Lurus sekitar 200 meter ada masjid di kiri jalan. Nah dari masjid tinggal masuk ke kiri saja melewati cor semen. Lurus ikuti jalan cor semen hingga menemukan pertigaan Pos Kamling. Dari pertigaan ambil lurus hingga menemukan jalan bercabang lalu ambil kanan. Dari sini cari jalan setapak yang melewati semak belukar. Dan Pantai Kesirat sudah mulai terlihat.

Mirip Cerita Aku Nich

tt Tema minggu ini tentang Kesalahan nich,,, kemarin gak sengaja nich aku nemuin short film ini... dan alur ceritanya mirip banget sama apa yang aku alamin minggu minggu ini,,, langsung aja liat ya... #BHISS